Mengenal Berbagai Jenis Fotografi Fashion Dan Penjelasannya

Dari sekian cabang fotografi, fotografi fashion mungkin tidak setenar fotografi makanan atau fotografi alam. Penyebabnya karena fotografi fashion lebih spesifik dan mayoritas digunakan untuk kerja. Ada beberapa jenis di dalam fotografi fashion. Untuk lebih mengenalnya, berikut adalah penjelasan terkait jenis fotografi fashion yang sudah dikenal secara umum.

1. Fotografi Katalog

Berbicara soal fashion memang tidak bisa jauh-jauh dari katalog. Sehingga salah satu jenis fotografi fashion yang dikenal adalah fotografi katalog. Sesuai dengan namanya, fotografi memiliki tujuan yang jelas yakni untuk membuat sebuah katalog. Katalog yang dimaksud berisikan model dan fashion terbaru seperti pakaian, celana, atau sepatu.

Pembuatan fotografi katalog termasuk cukup mudah. Biasanya dalam fotografi katalog dibutuhkan model lalu sebuah background yang polos. Seringnya, fotografi katalog ini cukup minimalis karena memang yang ingin ditonjolkan adalah barang yang akan dimasukkan ke dalam katalog. Karena untuk katalog, tentu saja fotografi katalog ini berorientasi untuk komersial.

2. Fotografi Editorial Fashion

Lain halnya dengan fotografi katalog, fotografi editorial fashion ini banyak digunakan untuk majalah atau media publikasi lainnya, termasuk koran. Seringkali dijumpai, dalam majalah fashion, ada foto seorang model yang memakai pakaian dari brand tertentu. Foto tersebutlah yang dikenal sebagai fotografi editoraial fashion.

Berbeda dengan fotografi Katalog yang cenderung diam, fotografi editorial fashion harus lebih tampak hidup. Biasanya fotografer memiliki konsep yang mendukung untuk fashion, baik itu baju atau celana, yang sesuai. Sebagai contoh adalah seorang model yang mengenakan jaket tebal saat musim salju. Dengan begitu, akan tampak tampak kesesuaian antara fashion dan kondisinya.

3. Fotografi High Fashion

Masih tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, fotografi high fashion atau High Fashion Photography, juga memiliki sebuah konsep yang jelas. Perbedaannya, pada jenis fotografi fashion satu ini menggunakan konsep yang lebih minimalis dibandingkan dengan sebelumnya. Namun dalam fotografi jenis ini memiliki suatu keistimewaan yang sangat menonjol yakni level brand yang membuatnya.

Penamaan High Fashion Photography berasal dari jenis brand yang menggunakannya. Pada jenis fotografi ini, biasanya digunakan oleh brand kelas tinggi seperti Gucci atau Prada. Dalam fotografi High Fashion, biasanya tidak memiliki konsep yang berat, dan cenderung minimalis. Bahkan model yang dipakai itu-itu saja. Karena tujuannya adalah membuat sebuah citra yang eksklusif.

4. Fotografi Street Fashion

Berbeda dengan fotografi High Fashion yang menonjolkan kemewahan, fotografi street fashion justru sebaliknya. Dalam fotografi street fashion, penampilan yang digunakan adalah pakaian yang sering dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Sehingga barang yang digunakan tidak jauh-jauh dari kaos, celana jeans, atau pakaian lainnya yang banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti halnya dalam street photography pada umumnya, untuk di dalam ranah fashion, yang ditonjolkan dari fotografi itu adalah kenyamanan dan realita dari fashion itu sendiri. Dengan menggunakan fotografi jenis ini, maka orang akan melihat kenyamanan berpakaian yang dikenakan oleh para modelnya. Street Fashion Photography ini juga menginformasikan trend fashion dunia saat ini.

5. Fotografi Beauty Editorial

Masih tidak jauh berbeda dengan fotografi fashion editorial, fotografi beauty editorial juga menampilkan informasi melalui foto. Perbedaannya adalah, dalam fotografi jenis ini, yang ditampilkan bukan busana, melainkan riasan yang dikenakan. Sehingga dalam fotografi jenis ini, akan lebih sering ditampakkan foto model dari jarak dekat untuk melihat detail riasan dengan jelas.

Meski terkesan berbeda-beda, tetapi kelima jenis fotografi fashion ini memiliki kesamaan latar belakang. Latar belakang dari fotografi fashion ini adalah memberikan informasi terkait fashion. Selain itu, dalam fotografi jenis ini lebih sering berorientasi pada kegiatan komersil, yakni penjualan.